Yorasaki Edu Media: cara investasi saham
Tampilkan postingan dengan label cara investasi saham. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara investasi saham. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Februari 2021

10 Saham Net Buy Asing Rabu 17 Februari 2021


Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) berakhir di zona merah setelah rally empat hari berturut-turut. Mengutip data RTI, Rabu (17/2), IHSG merosot 1,03% atau terpangkas 64,66 poin ke level 6.227,72 pada penutupan perdagangan.

IHSG tertekan penurunan sembilan dari 10 sektor. Sektor yang turun paling dalam antara lain industri dasar, aneka industri, infrastruktur, perkebunan dan manufaktur. Masing-masing melemah 2,70%, 1,81%, 1,75%, 1,67% dan 1,58%.

Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 17,87 miliar dengan nilai transaksi Rp 13,12 triliun. Sebanyak 333 saham turun, 155 saham menguat dan 149 saham nilainya tidak berubah.

Investor asing membukukan net sell sebesar Rp 102,50 miliar di seluruh pasar. Namun di tengah penurunan IHSG, asing memborong sejumlah saham berikut.

Asing paling banyak memburu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 107,9 miliar. Namun saham BBRI melemah 0,86% ke level Rp 4.630 per saham. Total volume perdagangan saham BBRI mencapai 92,7 juta dengan nilai transaksi Rp 433 miliar.

Saham PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) juga diburu asing sebesar Rp 30,5 miliar. Saham BTPS juga turun 0,53% ke Rp 3.770 per saham. Total volume perdagangan saham BTPS mencapai 10,4 juta dengan nilai transaksi Rp 39,4 miliar.

Investor asing juga mengoleksi saham PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 29,1 miliar. Namun saham UNTR juga turun 1,08% ke Rp 22.850 per saham. Total volume perdagangan saham UNTR mencapai 4,6 juta dengan nilai transaksi Rp 105,4 miliar.

Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada perdagangan Rabu:

1. BBRI Rp 107 miliar
2. BTPS Rp 30,5 miliar
3. UNTR Rp 29,1 miliar
4. AKRA Rp 23,4 miliar
5. ACES Rp 15,2 miliar
6. TOWR Rp 15,1 miliar
7. UNVR Rp 13,0 miliar
8. TLKM Rp 8,6 miliar
9. SIDO Rp 8,0 miliar
10. SMGR Rp 7,5 miliar

Kamis, 28 Januari 2021

Persiapan Agar Bisa Cuan Dalam Investasi Saham


Jakarta, CNBC Indonesia
- Investasi saham kini sedang naik daun, dan menarik perhatian generasi milenial untuk ikut dengan salah satu instrumen pasar modal tersebut. Namun investasi di pasar saham pun harus memiliki bekal tersendiri sehingga bisa mendapatkan keuntungan maksimal.

Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christine Natasya mengatakan modal awal untuk menjadi investor atau trader bergantung pada masing-masing individu. Namun ada beberapa hal yang secara prinsip harus dipenuhi baik bagi calon investor atau trader. Pertama, modal harus memenuhi harga emiten dengan fundamental yang baik, dan dikenal publik.

"Apalagi bagi yang baru ingin memulai investasi saham. Misalnya saham BBRI di posisi Rp 4.500 untuk membeli satu lot maka dibutuhkan Rp 450 ribu, jadi mungkin mau beli berapa banyak disiapkan uangnya," kata dia dalam Investime CNBC Indonesia, Rabu (27/01/2021).

Dengan modal yang terlalu kecil terkadang membuat investor membeli saham yang tidak dikenal publik dan fundamentalnya dipertanyakan. Bagi investor pemula menurutnya sangat berbahaya. Untuk itu, bagi investor pemula, dan trader pemula disarankan membeli saham yang dikenal publik.

"Jika dengan modal yang kecil terkadang hanya bisa beli 1 lot saham bluechip, jadi dia mending beli saham B yang nominalnya lebih kecil tapi ternyata lebih berbahaya. Risikonya lebih besar. Jangan sampai mau beli lot lebih banyak kemudian shift ke saham nominalnya kecil dengan saham small cap, yg biasanya swingnya lebih kencang," jelasnya.

Pemilihan emiten menurutnya harus disesuaikan dengan profil risiko dari masing-masing individu baik yang akan melakukan trading maupun investasi.

Kedua, dananya mencukupi untuk melakukan diversifikasi. Dengan begitu misalnya seorang investor memiliki dana Rp 10 juta, menurutnya jangan hanya membeli satu emiten blue chip melainkan harus diversifikasi. Bagi investor pemula sebaiknya punya lebih dari satu saham sekitar 2-4 saham.

"Tapi saya tidak sarankan kita punya palugada, jadi jangan semua yang naik dibeli. Mungkin minimal investor 2-4 saham, jangan punya 10 saham, ujung-ujungnya tidak bakal cuan juga. kalau lebih fokus akan menguntungkan," ujarnya.

Ketiga, harus punya dana supaya bisa average down ketika market turun. Dia memberikan contoh jika ada saham di harga 2.500 maka dapat membeli sebanyak dua lot terlebih dahulu, sambil memperhatikan jika harganya turun menjadi 2.300.

"Jadi kita jangan beli di harga 2.500 full power tapi kita cicil dulu di situ, kemudian dicicil lagi dengan begitu lebih aman dengan average lebih di tengah. Kalau dana ideal, mungkin Rp 10 juta tp kembali lagi ke masing-masing investor," ujar Christine.